‘Car Food Sahur’ di Kuala Trengganu Malaysia, Setiap Malam Ribuan Pengunjung Gelar Tikar di Pantai

oleh

BATAM.ID, KUALA TERENGGANU – Ngabuburit atau bazar Ramadhan menjelang buka puasa adalah hal yang biasa. Bagaimana jika keramaian itu justru terjadi di saat sahur?

Itulah yang terjadi di Pantai Batu Buruk, Kuala Trengganu, Malaysia.

Setiap menjelang sahur, kawasan itu didatangi oleh ribuan warga lokal untuk bersahur di antara hembusan angin laut menjelang pagi.

Dilansir Batam.id dari Bernama, masyarakat setempat menamakannya “car food sahur” dan menggagasnya sejak lima tahun lalu.

Setiap tahun, jumlah para pendatang yang datang semakin ramai, bahkan pada ramadhan tahun ini mencapai ribuan orang.

Mereka datang bersama keluarga, gelar tikar di pasir putih dan kemudian menikmati sahur bersama.

Di pantai tersebut, ratusan pedagang juga menyajikan berbagai macam menu yang bisa dibeli oleh para pengunjung, namun ada juga yang membawa masakan sendiri dari rumah.

Uniknya, para pedagang ini mengenakan pakauian santai bertemakan tradisional. 

Antrean pengunjung menunggu masakan sahur matang

Ada yang berbaju batik, baju koko, sarung atau baju kurung bagi perempuan.

Seorang pedagang bernama Muhd Afiq Mohd Noor (25) mengatakan, jumlah pengunjung semakin banyak jumlahnya, diperkirakan melonjak dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah pedagang juga bertambah banyak, dari 25 menjadi 30 pada tahun ini.

“Saya sudah berdagang di sini sejak tiga tahun l;alu dan pada bulan ini, dangan saaya sangat laris sehingga harus menambah jumlah dagangan,” kata pedagang sotong bakar dengan saos a la Thailand ini.

“Alhamdulillah, dalam tempoh tiga jam, saya mampu menjual sekitar 200 ekor sotong bakar,” katanya.

Qairun Natasya Ramli, seorang peniaga makanan ala barat yang berusia 19 tahun mengatakan, menjelang pukul 12.00 tengah malam, kondisi Pantai Batu Buruk mulai sesak.

Kawasan ‘Car Food Sahur’ mulai menggelar tikar dan mulai memesan berbagai santap sahur kegemaran mereka sambil berbincang santai bersama kawan dan keluarga.

Para pedagang membuka dagangan mereka dari pukul 12.00 tengah malam hingga 5.00 pagi.

Menariknya, setiap pedagang “diwajibkan” menjual satu jenis makanan khas di gerai mereka. Menu tersebut tidak boleh sama dengan gerai lain sehingga memberikan lebih banyak pilihan kepada pengunjung.

“Dagangan kami tak boleh sama,” ujar Qairun Natasya.

Seorang pengunjung, Hamim Umairah Abd Latif (26) mengatakan, ia mengetahui tentang ‘Car Food Sahur’ karena tersebar luas di media sosial Facebook sejak minggu lalu.

Ia pun penasaran dan datang bersama keluarganya ke “Zar Food Sahur” ini.

Puluhan pedagang tak boleh menjual makanan yang sama

Pengunjung lain, Muhammad Azizi Abd Aziz (23) menilai “Car Food Sahur” sangat menarik karena memberikan banyak pilihan menu kepada orang-orang muda sepertinya untuk bersantap sahur.

Selain itu, suasananya juga sangat menaruik untuk silaturrahmi keluarga.

“Bagi perantau seperti saya, berada di ‘Car Food Sahur’ dapat mengobati kerinduan suasana bersahur bersama keluarga yang berada jauh di kampung halaman,” kata pria asal Tumpat, Kelantan ini.

Menarik ya? ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!