Dihadang Hendak Gabung Aksi 22 Mei, Sudirman Said & Dahnil Anzar Simanjuntak Minta Penjelasan Polisi

oleh

Dihadang Hendak Gabung Aksi 22 Mei, Sudirman Said & Dahnil Anzar Simanjuntak Minta Penjelasan Polisi

BATAM.id, JAKARTA – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said berniat bergabung dengan massa Gerakan Kedaulatan Rakyat di depan Gedung Bawaslu RI, Tharim, Jakarta Pusat pada Selasa (21/5/2019).

Tak sendirian Sudirman Said tampak bersama Koordinator Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pasalnya Sudirman Said, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan beberapa rekannya diadang petugas kepolisian di wilayah Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Mereka tak diizinkan memasuki area Jalan Thamrin.

Sudirman Said, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Said Didu yang juga terlihat hadir menyampaikan protes keras kepada polisi tersebut.

Awalnya polisi itu mengajurkan Sudirman Said dan rombongannnya untuk melewati jalan lain.

“Dipersilahkan lewat sana,” ujar polisi itu, dikutip Uri.co.id.

Sudirman Said yang mengenakan kemeja putih tampak tak terima.

Ia menanyakan alasan mengapa tak diperbolehkan masuk ke area Jalan Thamrin.

“Penjelasannya apa kenapa enggak boleh masuk?” tanya Sudirman Said.

“Eh ditanya enggak bisa menjelaskan, gimana coba?” ucap Sudirman Said.

“Silahkan lewat sini pak,” tegas polisi itu.

Sudirman Said dibantu Dahnil Anzar Simanjuntak gigih menanyakan alasan mereka tak diizinkan masuk.

Di sekitar mereka tampak para polisi berdiri tegak menjaga akses masuk ke Jalan Thamrin.

“Penjelasannya apa?”

“Kasih penjelasan,” tambahnya.

“Bukan kami tahu jalannya,” imbuh Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sudirman Said kemudian terlihat membaca pangkat yang melekat di seragam polisi itu.

“Hanya bolak-balik monggo lewat sini, tapi saya tanya kenapa enggak boleh masuk tak bisa menjawab,” tambahnya.

Terdengar suara wanita yang menyeletuk mengatakan mereka adalah warga negara Indonesia.

“Kita warga negara pak,” celetuk wanita itu.

Polisi itu terlihat hanya tersenyum melihat reaksi Sudirman Said dan rekan-rekannya.

“Ini negara apa?” sindir Sudirman Said.

Ia kemudian bertanya kepada para polisi itu soal asal senjata yang mereka gunakan.

Sudirman Said menjelaskan senjata-senjata itu dibeli menggunakan uang rakyat.

“Dari rakyat,” tambahnya.

Pada bagian caption Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan peristiwa yang terjadi kala itu.

“Pak @sudirmansa1d dan saya, atas nama pribadi sbg warga negara berencana ikut bergabung bersama warga yg menggunakan hak konstitusionalnya menyampaikan aspirasi di Jalan Thamrin depan Bawaslu,

namun sayangnya kami tidak bisa masuk menuju jalan Thamrin, kami diberhentikan didepan Bundaran HI.

Ternyata bukan hanya didaerah hak konstitusi kita dihalang2i, kami yg sudah di Jakarta juga tidak bisa masuk melalui jalan Thamrin.

Tapi, kami tetap bersabar semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, dan memberikan kebaikan kepada saudara-saudara kita Pak Polisi yg sedang bertugas tersebut, karena mereka hanya mengikuti perintah atasannya,” tulis Dahnil Anzar Simanjuntak. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!