Golkar Ajukan Lima Kadernya Masuk Kabinet Jokowi, Figur Ini Kembali Duduk di Kabinet

oleh

BATAM.id – Nama-nama pejabat yang masuk kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin mulai bermunculan belakangan ini kendatipun kubu Prabowo – Sandiaga masih berupaya menempuh jalur hukum menggugat hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tidak berselang lama setelah nama-nama tersebut muncul, Golkar langsung mengajukan nama-nama kadernya untuk masuk kabinet Jokowi – Ma’ruf.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono mengungkapkan ada lima nama yang diusulkan untuk mengisi pos menteri untuk kabinet Jokowi periode selanjutnya.

Lima nama tersebut merupakan usulan dari Dewan Pakar Partai Golkar yang dibahas dalam Pleno ke-XXI di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin (27/5/2019).

Dua nama kader Golkar yang telah menjadi menteri saat ini yakni, Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Agung, kedua kader Golkar tersebut pantas untuk dipertahankan.

Sementara tiga nama tambahan yang diusulkan di antaranya Ilham Habibie, Ponco Sutowo, Ganjar Razuni.

“Itu nama-nama yang beredar yang saya kira DPP tentu akan menangkap dan menyeleksinya,” ujar Agung.

“Tentu tidak bisa semuanya karena terbatas juga, tetapi wajarlah sebagai pemenang ke dua setidaknya dapat 5 kursi tidak perlu 10 kursi seperti PKB,” tutur Agung.

Seperti diketahui, Dewan Partai Golkar mengusulkan agar partainya mendapatkan lima jatah menteri.

Agung beralasan Golkar merupakan partai yang paling pertama mengusung Jokowi sebagai presiden.

Sebelumnya news memperoleh bocoran susunan menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo Jilid II periode 2019-2024.

Dalam susunan tersebut, ada perubahan pada beberapa pos menteri.

Namun, lebih banyak pos-pos menteri dan lembaga yang dijabat oleh orang-orang yang ada saat ini.

Dalam info tersebut, misalnya, Menko Polhukam akan dijabat oleh Moeldoko. Sedangkan Menko Ekonomi diisi oleh Sri Mulyani.

Luhut Binsar Panjaitan tetap sebagai Menko Kemaritiman.

Wajah Baru

Nama-nama baru yang disebut dalam informasi yang kini beredar antara lain Pramono Anung, Mahfud MD, Adira Irawati, Andi Widjajanto, Rizal Malarangeng dan Johan Budi SP.

Ada juga nama Chatib Basri, Yenny Wahid, Saifulah Yusuf hingga Grace Natalie.

Menariknya, ada nama AHY  serta  Sandiaga Uno yang duduk dalam kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Saat coba dikonfirmasi, salah seorang anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi yang enggan disebut namanya, tegas membantah informasi tersebut.

Reaksi Sandiaga

Sementara Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membantah mendapatkan tawaran jabatan dari kubu Jokowi-Maruf.

Hal itu sekaligus membantah pernyataan Koordinator Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (Uri.co.id/Chaerul Umam)

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan pihaknya masih fokus menyelesaikan proses pemilu hingga ke tahap akhir.

“Saya yakin semua pihak masih menahan diri karena ini kan bukan tentang bagi-bagi jabatan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Dahnil menyebut Prabowo-Sandi ditawarkan jabatan politik.

“Banyak sekali tawaran-tawaran jabatan ke Prabowo, Bang Sandi. Bang Sandi berulang kali menyebutkan bahwa ia tidak akan tertarik dengan tawaran-tawaran jabatan,” kata Dahnil, Kamis (23/5/2019).

Jokowi

 Presiden Joko Widodo kembali terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi Pemilu Presiden 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Saat disinggung soal rencana pembentukan kabinet, menurut Jokowi, ada dua aspek utama yang harus dimiliki jajaran kabinetnya nanti.

“Saya sampaikan bolak-balik, mampu mengeksekusi program-program yang ada, kemampuan eksekutor yang paling penting.

Memiliki kemampuan manajerial yang baik, seperti mengelola sebuah ekonomi, baik ekonomi makro, kemampuan ekonomi daerah, semuanya,” kata Jokowi seusai menghadiri Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5/2019).
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers, Minggu (26/5/2019).

Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers, Minggu (26/5/2019). (Biro Pers Setpres)

Selain sebagai eksekutor program yang mumpuni, Jokowi juga menginginkan jajaran kabinetnya nanti bisa menangani masalah-masalah yang ada dengan benar.

“Mampu mengelola dari sekian masalah, problem, persoalan-persoalan yang ada dengan program dan eksekusinya benar,” kata dia.

Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya menteri-menteri yang berintegritas.

“Ya kalau yang lainnya memiliki intergritas, memiliki kapabilitas yang baik. Tapi yang paling penting adalah mampu mengeksekusi, memiliki kemampuan manajerial yang baik. Dua hal yang penting itu,” kata dia.

Meski demikian, ia enggan berbicara soal komposisi menteri dari kalangan partai politik dan non partai politik.

“Saya enggak berbicara masalah partai politik dan non partai politik, lebih penting kemampuan, (seperti) yang saya sampaikan tadi,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie berpose usai diwawancara khusus oleh Uri.co.id di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (30/4/2019). news/Irwan Rismawan

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie berpose usai diwawancara khusus oleh Uri.co.id di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (30/4/2019). news/Irwan Rismawan (news/Irwan Rismawan)

Sebut nama ketum HIPMI

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo merasa Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI) Bahlil Lahadalia cocok jika menjadi menteri.

“Saya melihat-lihat adinda Bahlil ini kelihatannya cocok jadi menteri. Saya lihat dari samping, saya lihat dari bawah ke atas, cocok ini kelihatannya,” kata Jokowi disambut sorakan dan tepuk tangan para peserta acara HIPMI.

Menurut Jokowi, Bahlil merupakan sosok yang cerdas dan pintar menghidupkan suasana.

Ia pun menanyakan ke para peserta acara apakah Bahlil cocok menjadi menteri.

“Kan pas, kan?” tanya Jokowi.

“Pas,” jawab para peserta secara serentak.

“Siapa yang setuju?” tanya Jokowi lagi.

“Setuju,” jawab para peserta.

“Jadi kalau nanti beliau ini terpilih ya enggak usah kaget,” sambung Jokowi.

Seusai acara silaturahim dan buka puasa bersama usai, Jokowi menjelaskan orang-orang yang akan mengisi kabinet pemerintahan nanti harus sosok yang mampu mengeksekusi program-program yang ada.

“Mampu mengeksekusi program-program yang ada, kemampuan eksekutor yang paling penting. Memiliki kemampuan manajerial yang baik,” kata dia.

Selain itu, Jokowi juga mengharapkan sosok yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dengan tuntas.

“Mampu me-manage dari sekian masalah, problem, persoalan-persoalan yang ada dengan program dan eksekusinya benar,” kata dia.

Saat ditanya apakah Bahlil layak menjadi menteri, Jokowi memandang Bahlil memiliki kriteria itu.

“Tadi, salah dua tadi sudah masuk, kemampuan manajerial ya kan, kemampuan mengekseskusi. Saya lihat memiliki itu,” ujarnya.

PDIP

PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi Presiden Jokowi yang menyebut Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia pantas menjadi menteri di kabinetnya.

Hasto memastikan, orang yang akan dipilih oleh Jokowi adalah sosok yang memiliki kemampuan di bidangnya.

“Bukan hanya sekadar aspek usianya muda, seorang menteri itu pemimpin. Maka dia harus memahami kepentingan yang dipimpinnya, punya leadership, punya kemampuan transformatif untuk membawa perubahan,” ucap Hasto.

 Uri.co.id  Golkar Sodorkan Lima Nama untuk Jadi Menteri di Pemerintahan Jokowi ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!