5 Penemuan Sederhana yang Berdampak Besar dan Bermanfaat Bagi Dunia

oleh

BATAM.id – Penemuan diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai bidang.

Dalam prosesnya, tak ada yang mudah karena harus melalui serangkaian eksperimen tertentu.

Meski begitu, ada juga benda yang diciptakan secara tak sengaja.

Bagaimanapun prosesnya, setiap penemuan tentu memiliki arti penting.

Tak hanya penemuan yang bentuknya besar dan megah, penemuan juga kadang memiliki wujud kecil.

Banyak orang yang memandang remeh, namun di sisi lain memiliki banyak manfaat bagi manusia.

Berikut adalah penemuan kecil yang memiliki dampak luar biasa di dunia:

1. Peniti

Peniti merupakan salah satu benda kecil yang banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Biasanya, alat ini digunakan untuk melekatkan pakaian hingga membantu untuk kepentingan mendesak lainnya.

Salah satu orang yang berjasa dalam penemuan peniti adalah Walter Hunt.

Pria asal AS yang mempunyai hobi mengutak-atik barang atau mesin ini memang hobi berinovasi.

Dia berhasil membuat alat pemintal benang.

Kemudian, Hunt mencari investor untuk mendukung penemuannya, namun rencananya tak selalu mulus.

Berutang adalah solusi terakhir Walter Hunt untuk menjalani hidup.

Ketika dia dihadapkan bagaimana cara untuk membayar utang, dia akhirnya dengan spontan mengambil kawat kecil dan melilitnya.

Tanpa disengaja, saat memikirkan pembayaran utang dia bisa menemukan sekarang benda yang dikenal sebagai peniti.

Dia menambahkan bentuk melingkar di bagian bawah untuk berfungsi sebagai pegas agar mudah digunakan.

Peniti buatan Hunt digulung dan menjadi pegas di bagian ujung dan ujung satunya berbentuk lancip.

Itulah peniti pertama buatan Hunt yang memiliki sisi pegas yang dirancang untuk menjaga jari-jari seorang yang menggunakan cukup aman.

Pada 10 April 1849, dia mendapatkan paten terhadap peniti buatannya.

2. Selotip

Masking tape atau selotip bergambar atau selotip warna-warni(Shutterstock)

Selotip berguna untuk merekatkan dan menyatukan dua benda yang berbeda.

Penemuan alat ini berasal dari eksprimen dari seseorang bernama Richard Drew.

Awalnya, dia melihat toko cat kebingungan untuk mengecat mobil dengan desain cat dua warna.

Ketika itu, mobil dengan warna ganda sedang hits pada masanya.

Bekerja di perusahaan amplas 3M membuatnya berinovasi untuk membuat perekat untuk membantu tukang cat tersebut.

Dia mulai mengembangkan kertas yang digunakan pada 3M.

Berbagai jenis perekat yang ia terapkan pada kertas krep untuk menghasilkan kombinasi yang tepat akhirnya bisa ditunjukan ke publik pada 1925.

Berawal dari selotip kertas ini, Drew akhirnya mengembangkan selotip transparan yang kini banyak tersedia di berbagai belahan dunia.

Desain yang simpel dan penggunaan mudah merupakan ciri khas dari selotip ini.

Ketika Perang Dunia II, perekat jenis lain juga dikembangkan oleh para peneliti di Johnson & Johnson untuk membantu militer, yakni lakban.

Gulungan pita lebih keras dari selotip ini digunakan untuk membantu peperangan dalam hal persenjataan.

Usai perang, lakban dugunakan untuk memanaskan dan kontraktor pendingin udara untuk menyatukan saluran ventilasi.

3. Velcro

Hampir memiliki fungsi sebagai perekat, velcro juga ditemukan pada 1955.

Seorang insiyur listrik bernama George De Mestral merupakan orang yang membuat alat ini.

Awalnya dia mengajak anjingnya jalan-jalan di hutan.

Ketika itu dia merasakan bahwa gerinda dari pabrik telah menempel di pakaian dan membuatnya kotor.

Dengan mengamati dan penelitian lanjutan, dia membuat pakaian dengan tambahan “Velcro” untuk mengaitkan kancing, tujuannya agar pakaian bisa tertutup.

Dia juga memodifikasi velcro-nya dengan nilon agar lebih kuat dan menghasilkan rekatan maksimal.

Sampai saat ini, penggunaan velcro digunakan untuk pakaian hingga alat-alat lainnya yang berfungsi sebagai alat perekat.

4. Penjepit kertas/paperclip

Pada 1800-an, seorang pria bernama Samuel Fay asal Inggris sedang mencari cara untuk bisa menjepit kertas.

Pin yang ketika itu berkembang hanya miliki ujung lancip saja.

Penggunaan pin hanya akan menembus kain dan tak bisa mengunci kertas-kertas tersebut.

Fay melihat seutas kawat dan mencoba melakukan eksperimen.

Dia membengkokkan kawat menjadi bentuk x.

Fay menyelipkan kertas tadi tepat di tengah-tengah kawat berbentuk X tadi.

Tak lama setelah itu, beberapa orang mulai berinovasi dengan mengubah bentuk penjepit kertas tersebut.

Beberapa perusahaan juga membuat dan mengedarkan penemuan ini. Sampai saat ini, bentuk yang paling dominan adalah persegi panjang.

5. Sedotan

Sebenarnya, konsep sedotan sudah ditemukan oleh bangsa Sumeria sekitar 3000 sebelum masehi (SM).

Bangsa Sumeria membuat sedotan berasal dari logam mulia (emas) yang berbentuk tabung tipis dan panjang.

Bangsa Sumeria menggunakan sedotan berharga ini adalah untuk memudahkannya saat minum.

Selain Sumeria, di Argentina juga telah ditemukan sedotan dengan desain kayu yang sederhana.

Berawal dari sedotan model lama, akhirnya seorang bernama Marvin Stone asal AS membuat alat hisap yang terbuat dari kertas yang direkatkan dengan lem sehingga berbentuk silinder.

Setelah penemuan itu, Marvin Stone menyempurnakannya dengan melapisi bagian luar kertas dengan lilin, sehingga lem tak larut ke dalam minuman.

Penemuan ini dipatenkan pada 3 Januari 1888.

Selain untuk memudahkan dalam minum, sedotan juga berfungsi mengurangi risiko kerusakan gigi.

Setengah abad setelah Marvin Chester Stone menemukan sedotannya, pada 1937 sedotan tekuk pertama diperkenalkan ke publik. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!